Murai Batu Blue Marlin Didikan Sekolah Prospek Murai Pekalongan Mulai Unjuk Gigi di Gantangan

Murai Batu Blue Marlin Didikan Sekolah Prospek Murai Pekalongan Mulai Unjuk Gigi di Gantangan

MEDIA INFORMASI
Monday, December 14, 2020


Pekalongan – Blue Marlin adalah nama burung murai batu milik ERA JAYA BF yang saat ini masih menjadi anak didik di sekolahan khusus burung murai batu di pekalongan yaitu Prospek Murai, yang beralamatkan di perumahan Pisma Desa Kemplong Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah.


Perlahan namun pasti satu persatu burung hasil didikan dari sekolahan Prospek murai tersebut kini sudah mulai menampakan hasilnya.

Salah satunya adalah Blue Marlin, burung yang kini berusia sekitar 2,5 tahun tersebut kini mulai unjuk gigi di berbagai tempat gantangan khususnya wilayah Pekalongan dan batang.

Seperti pada Sabtu (12/12/2020) siang, di gantangan Sambong Kabupaten Batang, Blue Marlin berhasil menjadi kampiun di tiga kelas berbeda sekaligus dan dua diantaranya berhasil menjadi juara 1 dan satu minggu sebelumnya juga berhasil double winner di gantangan Kuripan Kota Pekalongan.

Tak ayal lagi, Bule Marlin saat ini diincar banyak penggemar burung murai batu khususnya dari Pekalongan, namun sampai saat ini sang pemilik ERA JAYA BF belum mau melepas burungnya tersebut.

Pasalnya menurut dia, Blue Marlin merupakan burung murai yang mempunyai prospek bagus dengan usia yang tergolong masih muda, sehingga Blue Marlin diyakini akan mampu berkompetisi di kancah gantangan nasional.

Dibenarkan Ananda Catur Pamungkas sang master perawat burung-burung di sekolahan tersebut, sekaligus pemilik sekolahan Prospek Murai, bahwa dirinya selalu bekerja maksimal dengan merawat burung-burung yang dititipkan di sekolahnya dengan standar khusus sesuai peraturan yang dibuat dan kesepakatan dengan pemilik burung.

“ Kita merawat burung-burung yang dititipkan di sekolahan ini dengan standar khusus dan melalui persetujuan dengan pemilik burung, konsep kita mencetak materi burung agar menjadi bagus dan siap di bawa ke gantangan tentunya, akan tetapi masalah juara dan tidak itu banyak faktornya dan itu juga tergantung kualitas burung itu sendiri”,ungkapnya.

Dijelaskan Ananda Catur Pamungkas sebelumnya bahwa, saat ini dalam sekolahnya tersebut membuka layanan sekolah burung 2 kelas, yaitu kelas trotol atau burung usia 3 bulan dan kelas dewasa, yaitu burung dengan usia lebih dari 7 bulan.

Adapun bagi pemilik burung harus membayar dengan biaya perbulan mulai dari 300.000 rupiah untuk kelas trotol dan 500.000 rupiah untuk kelas usia lebih dari 7 bulan dan biaya tersebut sudah termasuk biaya perawatan dan pakan burung.

Selama bersekolah burung akan dilatih agar menirukan kicauan burung. Media belajarnya melalui audio digital maupun langsung dari burung lain sebagai pemberi materi. Burung yang dijadikan pemberi materi diantaranya burung gereja, lovebird, burung kenari, dan burung cililin. Burung yang sudah selesai sekolah akan diberikan sertifikat sebagai tanda kelulusan telah mengikuti sekolah burung.

Ananda Catur berharap dengan sekolah burung yang saat ini didirikannya saat ini akan bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi pecinta burung khususnya murai batu dan burung-burung yang lulus dari sekolahannya menjadi burung bagus dan berprestasi.(Rus)